Pages

Subscribe:

Blogger templates

Rabu, 03 Mei 2017

BENNY GREB "MASTER OF GROOVE"



Hasil gambar untuk benny grebSiapa sih yang tak kenal dengan Benny Greb ? Drummer yang sangat piawai dalam meracik groove dan fill dalam permainan drumnya. Benny Greb lahir pada tanggal 13 Juni 1980 di Augsburg, Jerman. Dia merupakan sosok seorang drummer yang sangat produktif terutama dalam menciptakan karya dan melakukan klinik drum. Dia mulai bermain drum pada usia 6 tahun dan mulai mengambil Konsentrasi drum di pendidikannya pada usia 12 tahun. Dia memainkan berbagai macam musik dan dapat dilihat bermain rock dengan Stoppok (de) dan The Ron Spielman Trio, jazz dengan The Benny Greb Brass Band dan Sabri Tulug Tirpan, funk dengan Jerobeam, reggae bersama Bobby McFerrin, fusion dengan NDR Big. Band di Proyek Frank Zappa mereka, dengan 3erGezimmeR dan Wayne Krantz, dan punk akustik dengan Strom & Wasser. Dia juga tampil di Modern Drummer Festival 2010 dan di banyak klinik dan festival drum di seluruh dunia. Greb didukung oleh Sonor Drums dan memiliki jerat tanda tangannya, Remo Drum Heads, Vic Firth, dan oleh Meinl Percussion. Dia memberikan model simbal signaturenya dengan sebuah garis tanda tangan dia pada  simbal Byzance Vintage Series termasuk "Sand Ride" dan "Sand Hats," keduanya dikenal dengan hasil sandblasted mereka. Pada tahun 2012, Meinl memperkenalkan cakar baru "Sand Crash" dan "Sand Crash / Ride" ke jajaran Byzance Vintage. Selanjutnya, Benny memiliki satu simbal stack yang dia gunakan di sisi kanan kitnya. Greb memunculkan DVD Drum Lesson pribadinya pada tahun 2009 dengan DVD Musik Hudson-nya "The Language of Drumming", dan pada tahun 2015 di DVD-nya "The Art And Science Of Groove".



 Hasil gambar untuk drum set benny greb


BENNY GREB'S DRUMSET Greb endorses Sonor Drums
  • Sonor SQ2 Vintage Beech in "White Pearl"
  • 22" x 18" Bass Drum
  • 10" x 8" Tom
  • 14" x 14" Floor Tom
  • 16" x 16" Floor Tom
  • 13" x 5.75" Signature Snare (Beech)
Greb endorses Meinl Percussion and Meinl Cymbals.
(From Left to Right)
  • 8" Classics Bell High (used as Xhat bottom)
  • 8" Byzance Dark Splash (used as Xhat top)
  • 14” GenerationX Trash Hat China (hihat bottom)
  • 14” Byzance Sand hat (bottom used on top of the China)
  • 14” Byzance Sand hat (top)
  • 14” Generation X Trash Hat China (used underneath the crash)
  • 18” Byzance Sand Thin Crash (on top of the China)
  • 8" Classics Bell High (used as Xhat bottom)
  • 8" Generation X Electro Stack (used as Xhat top)
  • 20” Byzance Sand Ride
  • 18” Byzance Trash Crash (two pcs used as Xhat)
  • 22” Byzance Sand Crash Ride
  • Hardware – Sonor 600 Series
  • Pedals – Sonor Giant Step
  • Drum Heads – Remo
  • Sticks – Vic Firth 5B
  • Percussion Meinl Bongos, Cowbells and Shakers


MYRATH BAND "ARABIAN PROGRESSIVE METAL"

         Mungkin nama Tunisia jarang dan kurang dikenal sebagai wilayah aktif yang menghasilkan band metal, namun begitu bukanlah alasan untuk meniadakan orang-orang Tunisia untuk berkarya terutama dalam musik metal. Nama X-Tazy mungkin tidak dikenal dalam kalangan penggemar metal lokal tetapi di Tunisia itu telah memberi dampak yang cukup menantang dalam perkembangan musik metal di negara ini 

         Band yang didirikan pada tahun 2001 dan berasal dari wilayah Ezzahra, Tunisia itu awalnya menggunakan nama X-Tazy kemudian mengganti nama itu ke nama yang lebih gagah dan keren bunyinya yaitu "MYRATH" atau LEGACY yang berarti "PUSAKA". Dari saat itu X-Tazy menjadi Myrath tampil dengan musik progressive metal. 

         Mereka mulai dengan sebagai band remaja yang menyanyikan lagu-lagu cover dan didirikan oleh Malek bin Arbia ketika Malek berusia 13 tahun ketika itu. Dalam beberapa tahun band tersebut terus berkembang dan tampil dengan gaya musik progressive metal dan masih kuat dengan pengaruh orientalnya. Mereka terus mekar dan kini menjadi bagian dari komunitas prog-power metal yang disegani di tingkat internasional. Kini Myrath telah bergabung komunitas prog-power metal internasional dengan tampil dipentas ternama dan internasional baik di festival metal internasional yang ternama. 
 


         Dari sebuah band prog-power metal mereka terus memperkuat identitas mereka yang berasal dari timur tengah dengan menambah baik gaya musik mereka menjadi oriental metal. Ini membuat mereka lebih keren dengan gaya atau gaya oriental timur tengah yang mengabungkan irama oriental, skala dan harmoni yang jelas menampakkan pegangan musik mereka. selain musik dan lirik yang bercampur dengan aroma timur tengah suara vokalis pun sangat khas dan megah. Album pertama mereka berjudul Hope dirilis dalam tahun 2007 sementara album kedua pula diterbitkan dalam tahun 2010 yang diberi judul Dssert Call. Dalam tahun 2011 mereka sekali lagi meriliskan album studio penuh yang ketiga dengan judul Tales Of The Sands. Sebelum tampil dengan album penuh mereka pernah mengeluarkan sebuah demo - Double Face dalam tahun 2005 dan dirilis di Tunisia saja.
 

banyak sekali lagu lagu yang keren diantaranya beyond the stars, tales of the sand, mercilees time dan masih banyak lagi.

Anggota saat ini 

  • Malek Ben Arbia - Gitar (2001-sekarang)
  • Elyes Bouchoucha - Keyboard , backing vokal (2003-sekarang)
  • Anis Jouini - Bass (2006-sekarang)
  • Zaher Zorgati - Vokal (2007-sekarang)
  • Morgan BERTHET - Drum (2011-sekarang)

Mantan anggota 

  • Walid Issaoui - Guitar (2001-2003)
  • Fahmi Chakroun - Drum (2001-2004)
  • Saif Louhibi - Drum (2004-2010)
  • Zaher Hamoudia - Bass (2001-2004)
  • Tarek Idouani - Vokal (2001-2003)
  • Piwee Desfray - Drum (2010-2011)

EXCEL MANGARE "SI DRUMMER GOSPEL"

Hasil gambar untuk excel mangare

Melihat sosoknya yang tenang dan sopan, tentu tak banyak yang  menduga kalau Excel Mangare adalah seorang Drummer yang sering mengiring banyak artis terkenal. Dia pun kerap tampil di acara-acara bergengsi di layar kaca. Drummer kelahiran Mataram, 31 Mei 1994 ini merupakan putra sulung Ernie Mangare dan Fren Mangare yang telah mengenggam segudang prestasi mengagumkan. Prestasi-prestasi itulah yang mengantar Drummer Indonesian Idol RCTI ini, hijrah dari Lombok, Mataram ke Jakarta sejak 2006.

         Keluarga yang mencintai musik, membentuk Excel kecil pun menggeluti musik, kususnya drum. Excel sudah mengenal drum dan belajar menggebuk drum ini  dari pamannya sejak berusia 3 tahun. Bahkan ketika masih berusia 4 tahun, Excel sudah melayani sebagai drummer pada kebaktian umum Gereja Kemah Injil di Mataram. Predikat drummer terbaik di ajang Mataram Music April Love Concert, diraih Excel pada April 2003. Sejalan dengan hal ini, Excel pun mulai melayani di banyak acara kebaktian kebangunan rohani (KKR). Tahun berikutnya, Juni 2004, Excel mendapat penghargaan dari Komunitas Musisi Indonesia (KMI) sebagai Drummer Cilik Putra Berprestasi.  Excel tetap mempertahankan prestasi di tahun berikutnya, dan meraih Juara I Java Music Contest “Professional Drummer Kid Competition” Java Music Contest, Hall C PRJ Kemayoran–Jakarta, oleh KMI di Jakarta, 15 Mei 2005.

        Pada 2006, Excel kembali memperoleh prestasi berturut-turut. Penghargaan dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia)/MURDI(Museum Rekor Dunia) untuk Drummer Endoser Termuda di Indonesia/Umur 11 Tahun oleh . Kemudian Penghargaan sebagai Profesional Drummer Termuda di Indonesia dengan berbagai Prestasi yang membanggakan dari IBOR (Indonesia Book of Records). Serta menjadi The Best dan Favorit acara Gong Show di Trans TV. Menjadi drummer layaknya seorang pembalap. Ini mendorong Putra asli Lombok untuk mendisiplinkan diri, setiap hari berlatih 4-6 jam. Menonton DVD drummer dari luar negeri, adalah pelajaran tambahan bagi Excel.
         Seorang drummer membutuhkan kepekaan mengenal tempo/beat sebuah lagu dan feel in di sana. Menciptakan harmonisasi dan membuat lagu terdengar lebih asyik. “Latihan, berdoa meminta hikmat dari Tuhan, percaya diri agar terus bisa,” menjadi tips Excel untuk maju.

Impian masa depan  
“Karena anugerah Tuhan, aku terpilih,” ungkap Excel melihat perkembangan dan prestasi dirinya. Membangun bisnis dan tetap sebagai drummer menjadi cita-cita Excel di masa depan.  Go Internasional dengan warna musik tradisional-budaya Indonesia adalah harapan berikutnya yang ingin digapai pemilik moto “mengucap syukur dan tetap semangat ini”. Session Drummer yang laris ini bertekad  bergantung pada Tuhan, agar tetap mendunia.
         Jika Excel semakin dikenal dalam dunia profesional, tidak membuat dirinya lupa di mana awal dia berkembang. Melayani di gereja setiap Minggu menjadi keharusan yang tidak ingin diabaikannya. GLOW Thamrin tempat Excel beribadah dan tetap melayani.
        Excel mengecap banyak kesempatan dari dukungan orang tua dan keluarga. Mulai dari mengikuti festival-festival, dibelikan drum, mengikuti sekolah musik di usia 6 tahun, hingga kini terus didukung. Hobi yang menyenangkan, kesempatan yang terbuka lebar, membuat Excel mengingat sobat muda: “Jangan terjerat narkoba, karena hidup akan hancur. Peluang sangat banyak di masa muda. Lakukan kebaikan itu penting, karena kejahatan tidak enak,” pesan Excel.